![]() |
|---|
Hai, Bagaimana Kondisi Luka Anda hari ini?mari kenali kondisi luka dan langkah-langkah membersihkan luka post pembedahan, silahkan klik tombol dibawah ini |
Salah satu fungsi kulit, adalah melindungi tubuh agar kuman, bakteri,virus tidak masuk kedalam tubuh. Ketika dilakukan pembedahan, maka terjadi kerusakan pada jaringan kulit, dan beresiko sebagai tempat masuknya kuman yang menyebabkan infeksi. Infeksi ini dapat menyebabkan luka semakin parah dan lama sembuh, sehingga perlu dibersihkan agar tidak muncul infeksi
Yaitu luka bedah yang tidak terinfeksi. Ciri luka bersih biasanya menghasilkan luka tertutup,tampak bersih, tidak ada nanah pada luka
Yaitu Luka bedah yang ter-infeksi. Ciri luka bersih terkontaminasi adalah luka tidak tertutup sempurna, tampak tanda infeksi, seperti kemerahan, terdapat nanah.
Tahap pertama dalam proses penyembuhan luka adalah tahap pembekuan darah. Darah biasanya akan keluar saat kulit tersayat, tergores, atau tertusuk. Beberapa detik atau menit setelah mengalami luka, darah akan menggumpal untuk menutup luka dan mencegah tubuh kehilangan darah terlalu banyak. Gumpalan darah ini, kemudian akan berubah menjadi keropeng saat mengering.
Setelah perdarahan berhenti, pembuluh darah akan melebar untuk mengalirkan darah segar ke area tubuh yang terluka. Darah segar dibutuhkan untuk membantu proses penyembuhan luka. Inilah alasan mengapa luka bisa terasa hangat, membengkak, dan menjadi kemerahan selama beberapa waktu. Pada tahap inflamasi, sel darah putih akan menghancurkan kuman di area luka. Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mencegah infeksi. Sel darah putih juga memproduksi senyawa kimia yang dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Selanjutnya, sel-sel kulit baru akan tumbuh dan menutup luka.
Tahap ini ditandai dengan terbentuknya jaringan parut pada luka. Selama prosesnya, produksi kolagen di area luka akan meningkat. Kolagen merupakan serat protein yang memberikan kekuatan dan tekstur elastis pada kulit. Keberadaan kolagen mendorong tepi luka untuk menyusut dan menutup. Selanjutnya, pembuluh darah kecil atau kapiler terbentuk pada luka untuk memberi asupan darah pada kulit yang baru terbentuk.
Setelah perdarahan berhenti, pembuluh darah akan melebar untuk mengalirkan darah segar ke area tubuh yang terluka. Darah segar dibutuhkan untuk membantu proses penyembuhan luka. Inilah alasan mengapa luka bisa terasa hangat, membengkak, dan menjadi kemerahan selama beberapa waktu. Pada tahap inflamasi, sel darah putih akan menghancurkan kuman di area luka. Hal ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk mencegah infeksi. Sel darah putih juga memproduksi senyawa kimia yang dapat memperbaiki jaringan tubuh yang rusak. Selanjutnya, sel-sel kulit baru akan tumbuh dan menutup luka.
Luka berwarna kemerahan sebenarnya normal terjadi dan bisa membaik dengan sendirinya. Namun, kemerahan yang meluas dan tidak kunjung hilang bisa menjadi tanda bahwa luka yang dialami mengalami infeksi. Luka yang terinfeksi juga bisa terasa panas. Ini terjadi akibat aliran darah mengalir lebih banyak ke area luka guna melawan bakteri penyebab infeksi.
Luka yang makin membengkak dan terasa nyeri juga salah satu tanda luka infeksi. Hal ini terjadi karena bakteri memperburuk peradangan dan kerusakan jaringan. Saat luka mengalami infeksi, nyeri yang ditimbulkan bertahan lama dan makin berat.
Luka infeksi ditandai dengan keluarnya nanah yang berbau tidak sedap. Luka infeksi yang mengeluarkan nanah perlu segera mendapatkan penanganan guna menghindari terbentuknya jaringan nanah yang lebih besar atau abses.
Demam dengan suhu tubuh mencapai 38˚C juga menjadi salah satu tanda luka infeksi. Ini biasanya terjadi akibat tubuh berusaha untuk melawan kuman penyebab infeksi yang memengaruhi aliran darah.